Event Single

Lifestyle Inflation

Mengenal Lifestyle Inflation Mengapa Gaji Besar Saja Tidak Cukup? Pernahkah Anda merasa penghasilan Anda meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu, saldo tabungan Anda justru stagnan? Jika ya, Anda mungkin sedang terjebak dalam fenomena yang disebut Lifestyle Inflation atau inflasi gaya hidup

 

Lifestyle inflation adalah kondisi kenaikan pengeluaran seiring bertambahnya penghasilan, di mana barang mewah perlahan dianggap menjadi kebutuhan pokok.

 

Mengapa Ini Terjadi? Sering kali, inflasi gaya hidup terjadi secara halus tanpa kita sadari. Beberapa pemicu utamanya antara lain:

1. Rasa Ingin Mengapresiasi Diri (Self-Reward) : Anda merasa berhak menikmati kemewahan setelah bekerja keras. Sayangnya, apresiasi ini sering berlebihan sehingga menjadi kebiasaan baru yang boros.

2. Tekanan Sosial & Gengsi : Muncul keinginan untuk terlihat sukses di mata orang lain atau menyamai gaya hidup teman sebaya (sering dipicu oleh update di media sosial/FOMO).

3. Adaptasi Hedonik : Manusia cepat terbiasa dengan kenyamanan baru. Sesuatu yang dulu dianggap "mewah", setelah dicoba beberapa kali, akan terasa seperti "kebutuhan standar" sehingga Anda terus mencari standar yang lebih tinggi lagi.

 

Dampak Buruk dari lifestyle inflation :

1. Tabungan dan Investasi Stagnan : Anda terjebak dalam fenomena gaji hanya "numpang lewat". Karena Anda kehilangan peluang dari bunga majemuk karena tidak ada uang yang diinvestasikan.

2. Sulit Menghadapi Kondisi Darurat : Standar hidup yang tinggi membuat Anda butuh dana darurat jauh lebih besar. Jika pendapatan berhenti (PHK/Sakit), Anda akan sangat sulit menurunkan standar hidup dan rentan stres.

3. Risiko Hutang yang meningkat : Demi mempertahankan gengsi atau gaya hidup yang sudah "naik kelas", Risiko terjebak cicilan (kartu kredit/paylater) demi barang yang nilainya terus turun, bukan untuk aset masa depan.

 

Cara mengatasi lifestyle inflation :

● Pay Yourself First: Tabung minimal 20% gaji di awal, jangan tunggu sisa.

● Aturan 50/30/20: Disiplin bagi gaji (50% kebutuhan, 30% keinginan, 20% tabungan).

● Pikir Sebelum Upgrade: Pastikan barang baru adalah kebutuhan, bukan sekadar gengsi sesaat.

● Aset > Gengsi: Fokus kejar investasi yang tumbuh, bukan pamer barang mewah.

 

Kesimpulan: Kekayaan ditentukan oleh jumlah uang yang disimpan, bukan besarnya gaji. Hindari lifestyle inflation agar bisa menikmati hidup tanpa merusak masa depan finansial.

Copyright 2022 PT. Bankir Academy Indonesia